Inovasi Kurikulum Pendidikan SMA Darul Ulum 2 di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang indonesia

Main Article Content

MUHAMMAD NUR HAKIM
Mohammad Tholhah Hasan

Abstract

ABSTRACT
In this era of globalization the government has focused on pesantren to advance the quality of
education in Indonesia. The development of pesantren education must be carried out competitively. Pesantren
education must also be able to provide a guarantee of the superiority of competent outputs. The development
carried out by Islamic boarding schools is an effort to produce superior outputs and outflows.
This study aims to determine the innovations created by pesantren through schools by referring to the
following formulation: 1) school curriculum innovation. 2) the implications of school curriculum innovations on
boarding schools, and 3) the relevance of school curriculum innovations to boarding schools.
The results of the study show that: First, the curriculum innovation process is carried out through five
stages, namely 1) the formulation stage by introducing the pesantren education model, 2) the stage of
adjustment, the Cambridge curriculum is adjusted to the existing system, 3) the determination stage by
establishing an international curriculum adoption , 4) the stage of support, namely taking action to support
innovation, 5) the stage of correction, which is a form of correction of the program implemented. Second, the
implications of the educational curriculum innovation in the school on the pesantren curriculum are found in the
curriculum component which includes: 1) curriculum content; 2) learning media; 3) learning strategies and
learning processes; and 4) evaluation; Third, school curriculum innovation is closely related, relevant, suitable
and connected with the pesantren curriculum in the form of both the school curriculum and the boarding
curriculum.
Keyword: Innovation, Curriculum, School, Boarding School.
ABSTRAK
Di era globalisasi ini, pemerintah telah fokus pada pesantren untuk memajukan kualitas pendidikan di
Indonesia. Pengembangan pendidikan pesantren harus dilakukan secara kompetitif. Pendidikan pesantren juga
harus mampu memberikan jaminan keunggulan out put yang yang mampu bersaing. Pengembangan yang
dilakukan oleh pesantren merupakan usaha untuk menghasilkan out put dan out come unggulan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi yang diciptakan pesantren melalui sekolah dengan
mengacu pada rumusan berikut: 1) inovasi kurikulum sekolah. 2) implikasi inovasi kurikulum sekolah terhadap
pesantren, dan 3) relevansi inovasi kurikulum sekolah terhadap pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, proses inovasi kurikulum dilakukan melalui lima
tahap, yaitu 1) tahap perumusan dengan mengenalkan model pendidikan pesantren, 2) tahap penyesuaian yaitu
kurikulum cambridge disesuaikan dengan sistem yang ada, 3) tahap penetapan dengan melakukan penetapan
terhadap adopsi kurikulum internasional, 4) tahap dukungan yaitu melakukan tindakan dukungan terhadap
inovasi, 5) tahap koreksi, yaitu bentuk koreksi atas program yang dilaksanakan. Kedua, implikasi inovasi
kurikulum pendidikan di sekolah terhadap kurikulum pesantren terdapat pada komponen kurikulum yang
meliputi: 1) isi kurikulum; 2) media pembelajaran; 3) strategi pembelajaran dan proses pembelajaran; dan 4)
evaluasi; Ketiga, inovasi kurikulum sekolah berkaitan erat, relevan, cocok dan nyambung dengan kurikulum
pesantren baik berbentuk kurikulum sekolah maupun kurikulum asrama.
Kata Kunci: Inovasi, Kurikulum, Sekolah, Pesantren.

Article Details

Section
Articles

References

AR, Zaini Tamin. 2015. “Pesantren Dan Politik

(Sinergi Pendidikan Pesantren Dan

Kepemimpinan Dalam Pandangan KH . M .

Hasyim A Sy ’ Ari ).” Jurnal Pendidikan

Agama Islam 3 (2): 323–45.

Aziz, Helmi, and Nadri Taja. 2016.

“Kepemimpinan Kyai Dalam Menjaga

Tradisi Pesantren.” Ta’dib: Jurnal

Pendidikan Islam 5 (1): 9–18.

https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/tadib/a

rticle/view/2123.

Budiyanto, Mangun, and Imam Machali. 2014.

“Pembentukan Karakter Mandiri Melalui

Pendidikan Agriculture Di Pondok Pesantren

Islamic Studies Center Aswaja Lintang

Songo Piyungan Bantul Yogyakarta.” Jurnal

Pendidikan Karakter IV (2): 108–22.

Dacholfany, M. Ihsan. 2016. “Peranan

Pengambilan Keputusan Dalam Rangka

Menciptakan Inovasi Di Bidang Pendidikan.”

Dewantara 1 (1): 16–28.

Darmawati, R Akhmad Munjin, and G Goris Seran.

“Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah

Terhadap Kinerja Guru Di Smp Negeri 1

Parung Kecamatan Parung Kabupaten

Bogor.” Jurnal Governansi 1 (April): 13–24.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2003.

Pondok Pesantren Dan Madrasah:

Pertumbuhan Dan Perkembangannya.

Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam.

———. 2006. Al-Quran Dan Terjemahannya.

Bandung: PT. Dipenogoro.

Hakim, Muhammad Nur. 2016. “Implementasi

Manajemen Berbasis Sekolah Dalam

Mewujudkan Sekolah Islam Unggulan.”

Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen

Pendidikan Islam 1 (2): 104–14.

https://doi.org/10.31538/NDH.V1I2.7.

———. 2019. “Manajemen Hubungan Masyarakat

Dalam Mengembangkan Lembaga

Pendidikan (Studi Kasus Di SMK Negeri 1

Dlanggu Mojokerto).” Nidhomul Haq :

Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 4 (1):

–39.

https://doi.org/10.31538/ndh.v4i1.245.

Hakim, Muhammad Nur, and Fitriani Dwi Rahayu.

“Pembelajaran Saintifik Berbasis

Pengembangan Karakter.” Nazhruna: Jurnal

Pendidikan Islam 2 (1): 1–27.

https://doi.org/10.31538/nzh.v2i1.148.

Heryawan Asnawi, Yudha, and Endriatmo

Soetarto. 2016. “Katabolisme Ruang Dan

Utilisasi Komunitas Sebagai Strategi

Kebertahanan Pesantren.” Sodality: Jurnal

Sosiologi Pedesaan 4 (1): 1–9.

https://doi.org/10.22500/sodality.v4i1.14409.

Kristiawan, Muhammad, and Et.al. 2018. Inovasi

Pendidikan. Wade Group. 1st ed. Ponorogo:

Wade Group.

Marfuah, Siti. 2016. “The Implementation of

Policy Curriculum Based Culture in Senior

High School 11 Yogyakarta.” Jurnal

Kebijakan Pendidikan 5 (7): 743–52.

Marsofiyati, and Susan Febriantina. 2016.

“Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam

Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Sekolah

Di Kota Depok (Studi Kasus Pada Komite

SMAIT Al-Qudwah Kota Depok).” Jurnal

Ilmiah Econosains 14 (2): 201–24.

Mudiarta, Ketut Gede. 2017. “Jaringan Sosial

(Networks) Dalam Pengembangan Sistem

Dan Usaha Agribisnis: Perspektif Teori Dan

Dinamika Studi Kapital Sosial.” Forum

Penelitian Agro Ekonomi 27 (1): 1.

https://doi.org/10.21082/fae.v27n1.2009.1-12.

Rokhlinasari, Sri. 2014. “Budaya Organisasi

Pesantren Dalam Pengembangan Wirausaha

Santri Di Pesantren Wirausaha Lan Taburo

Kota Cirebon.” Holistik 15 (2): 443–60.

Romli, Khomsahrial. 2016. Komunikasi Massa. 1st

ed. Jakarta: Grasindo.

Rusdiana, A. 2014. Konsep Inovasi Pendidikan. 1st

ed. Bandung: PUSTAKA SETIA.

Sa’ud, Udin Syaefudin, and Abin Syamsuddin

Makmun. 2009. Perencanaan Pendidikan.

IV. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sahibudin, M. 2018. “Peningkatan Mutu

Pendidikan Islam Melalui Peningkatan

Kreatifitas Pendidikan.” Al-Ulum : Jurnal

Pemikiran Dan Penelitian Ke Islaman 5 (1):

–91.

https://doi.org/10.31102/alulum.5.1.2018.81-

Sanjaya, Wina. 2015. Inovasi Kurikulum Dan

Pembelajaran: Teori Dan Praktik

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP). 5th ed. Jakarta: Prenada

Media.

Sholawati, Siti Auliyatus. 2019. “Pengembangan

Inovasi Sekolah Orangtua Dalam

Menciptakan Segitaga Emas Lembaga

Pendidikan Islam.” Al Idaroh: Jurnal Studi

Manajemen Pendidikan Islam 3 (1): 20–32.

Susanto, Happy, and Muhammad Muzakki. 2016.

“Perubahan Perilaku Santri (Studi Kasus

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Di Desa

Langkap Kec. Besuki Kab. Situbondo).”

Istawa 2 (1): 1–42.

http://journal.umpo.ac.id/index.php/istawa/art

icle/view/361.

Syafaruddin, Asrul, and Mesiono. n.d. Inovasi

Pendidikan: Suatu Analisi Terhadap

Kebijakan Baru Pendidikan. Edited by

Chandra Wijaya and Usiono. 1st ed. Medan:

Perdana Publishing.

Tafsir, Ahmad. 2010. Ilmu Pendidikan Dalam

Perspektif Islam. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Wadu’ud, Abdul, and Tuti Bahfiarti. 2016. “Pattern

Information Dissemination Elderly Family

Guidance Program (BKL) for Elderly People

Empowerment in Maros Regency.” Jurnal

Komunikasi KAREBA 2. 5 (1): 130–45.