IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP KONSEP DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER VIII SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU Indonesia

Main Article Content

Aprilia Triaristina
Aprilia Triaristina

Abstract

Abstract

A professional health worker can be established through an educational process. Students and education are two inseparable things. The quality of students can be seen from the academic achievement he achieved. Academic achievement is a change in behavioral skills or abilities that can increase over time that is not due to the growth process, but the existence of learning situations. So it is seen as proof of effort obtained by students. The number of samples in this study was 47 people. The results showed that. Most of the respondents who have self-concept in positive category are 31 respondents (65,9%), where there are 26 respondents (83,9%) got good academic achievement, and 5 respondents (16,1%) got poor academic achievement , And only 16 respondents (34.1%) have negative self concept, where as many as 7 respondents (43.8%) got good academic achievement, and as many as 9 respondents (56.2%) got poor academic achievement.


Abstrak


Tenaga kesehatan yang profesional, dapat dibentuk melalui suatu proses pendidikan dan manajemen pembelajaran. Mahasiswa dan pendidikan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Sehingga dipandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.sebagian besar responden yang memiliki konsep diri dalam kategori positif yaitu sebanyak 31 responden (65,9%), dimana terdapat 26 responden (83,9%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan 5 responden (16,1%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik, dan hanya 16 responden (34,1%) yang memiliki konsep diri negatif, dimana sebanyak 7 responden (43,8%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan sebanyak 9 responden (56,2%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik.

Kata kunci: Manajemen Konsep Diri, Prestasi Mahasiswa

Article Details

Section
Articles

References

Alex Sobur. 2006. Semiotika Komunikasi. Bandung. Remaja: Rosdakarya.

Alimul. 2009. Metode Penelitian Keperawatan dan Tekhnik Analisa Data, Salemba Medika. Jakarta.

Bumi Aksara. Sujadi. 2012. Membuat Siswa Aktif Belajar. (73 Cara Belajar Mengajar Dalam Kelompok) Bandung. Mandar Maju.

Hurlock, Elizabeth, B., Psikologi Perkembangan, Erlangga, Jakarta, 2006.

Prospect Solihatin, Etin & Raharjo. 2007. Cooperatif Learning. Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta. Sanjaya, Wina.2007. Strategi Pembelajaran (berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta. Kencana.

Siregar, Evelin & Nara, Hartini.2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Sistem Kesehatan Dasar .2004. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sodiq, Akhmad. 2009. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Ciputat. FITK. UIN . Jakarta.

Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sumargi, A.M; Kurniawan.Y; Sasongko. 2008. Apa Yang Diketahui Anak-Anak Sekolah Dasar Tentang Keselamatan Dirinya: Studi Pendahuluan Tentang Pemahaman Keselamatan Diri. Jurnal Penelitian Psikologi, 2 (4), 1-9. Fakultas Univertas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Sutikno, Sobbry. 2008. Belajar dan Pembelajran. Bandung.

Tarwoto & Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan. Edisi Ke-3. Jakarta: Salemba Medika

Wahab, Abdul Aziz. 2007. Metode dan Model-Model Mengajar IPS. Bandung. Alfabetha.